Wisuda adalah awal, bukan akhir!
Bengkulu, 15 Juni 2011, seakan menjelma menjadi kota bahagia. Senyum bahagia tersebar
merekah, ucapan selamat dan bingkisan bunga ikut mengiringi,
wajah-wajah bahagia terekam baik oleh lensa-lensa kamera. Para orang tua
ada yang menitikkan air mata haru dan bahagia di ujung matanya,
menyaksikan sang anak kini telah meraih sebuah gelar baru di belakang
nama mereka, dalam hatinya mungkin terbesit, selesai juga perjuangannya
mencari nafkah untuk membiayai pendidikan si anak.
Ya, Para pejuang ilmu yang telah bergelut kurang lebih empat hingga enam tahun, kini mengenakan baju kebanggannya, toga. Sebagai symbol sebuah kelulusan dan keberhasilan.Betapa meriahnya hari itu. wajah-wajah yang cantik, bingkisan bunga yang indah, senyum orang tua yang mereka, hari wisuda memang menjadi hari kebahagiaan yang selalu dinanti oleh para mahasiswa.
Tak menyangka juga, ketika aku membuka website, ada sebuah pesan singkat yang menyadarkan dan membuat bibirku tersenyum cukup lama: Dear Asrunil Indra...Setiap akhir adalah awal permulaan yang baru.Selamat datang di dunia pasca kampus.Semoga ilmunya berkah,semakin Allah tambahkan pula jalan2 keluasan ilmu. Kau tahu,Allah menciptakanmu begitu istimewa. Selamat menikmati apa yang disebut "Indah pada Waktunya".Semoga berkah segala perjuangan yang telah terlewati dan bersiap untuk perjuangan selanjutnya.Barakillah,semoga menjadi sarjana yang penuh manfaat. Terus berkarya!Terus ukir prestasimu.Sukses dunia akhirat…
Eh? Happy graduation..? aku.. sudah menjadi sarjana sekarang? Asrunil Indra, S.Pd ? hmm.. okay! Agak aneh memang, mendadak ada beberapa huruf yang ikut memanjangkan nama, tapi bagaimanapun itulah hasil dari perjuanganku 4 tahun kemarin. Namun aku begitu bersyukur, bahwa aku bisa menyelesaikannya… di tengah perjalanan kuliahku yang terkadang terseok-seok.
Ya Allah… perjuangan itu… terlewati sudah… Alhamdulillah…
4 tahun yang sebenarnya bukan hanya memberikan aku sekedar tambahan huruf berupa titel, namun lebih dari itu, 4 tahun perjuangan itu telah mengantarkan aku hingga bisa seperti sekarang ini. Bukan cuma titel atau lembaran nilai-nilai IPK, namun juga sahabat-sahabat yang hebat, yang telah mengajarkan aku makna sesungguhnya dari ‘maju terus pantang mundur’ sahabat-sahabatku, mereka semua yang ada di kampus. Mulai dari dosen, teman sekelompok, teman organisasi, penjaga kantin, anak-anak penjual koran, pak satpam yang baik 'n yang terutama sekali adalah keluarga yang selalu menularkan semangat, yang menyadarkan aku bahwa ilmu itu bukan hanya ada di dalam kelas, namun dimanapun kita berada disitulah ilmu itu.
Namun seperti yang disampaikan sahabat dalam pesan singkatnya, bahwa setiap akhir adalah awal permulaan yang baru. Maka itulah hakikat wisuda yang sebenarnya. Di balik wajah kebahagiaan para mahasiswa bertoga, sebenarnya kita masih memiliki tugas yang lebih besar dari pada sekedar tugas yang ada dikampus. Yaitu bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat dengan bekal ilmu yang telah kita isi selama bertahun-tahun di kelas.
Ought.. jika membayangkan, tentu itu sungguh berat sekali. Terlebih melihat wajah para orang tua, yang penuh harapan terhadap anaknya yang telah menjadi sarjana, yang tak pernah letih melantunkan doa-doa untuk anaknya…
Ketika sudah mencapai puncak, capailah puncak yang lain. begitu kiranya nasihat orang bijak yang pas untukku saat ini. Meski wisuda itu adalah puncak dari perjuangan kita selama di kampus, namun ia bukanlah akhir. Lihatlah jauh kedepan, masih banyak puncak yang harus kita daki lagi. Janganlah takut untuk memulai dari Nol, melangkah dari awal untuk mendaki puncak yang lebih tinggi lagi.
Karena wisuda sesungguhnya bukan disini. Karena wisuda sesungguhnya bukan ketika kita mengenakan toga kemudian bersalaman dengan pak rektor menerima ijazah. Wisuda sesungguhnya itu adalah nanti, di akhirat sana. Ketika kita menerima buku amal dengan tangan kanan, ketika berhasil melewati panasnya padang mahsyar, ketika Allah telah membukakan pintu syurganya, dan kita dipersilahkan masuk selamanya.
Subhanallah… itulah wisuda yang sesungguhnya. Puncak dari semua puncak.
Insya Allah, kita termasuk didalamnya… amin…
Selamat kepada teman-teman perjuangan di kampus Universitas Prof Dr Hazairin SH Bengkulu, terutama teman-teman FKip Geografi angkatan 2007.
Ya, Para pejuang ilmu yang telah bergelut kurang lebih empat hingga enam tahun, kini mengenakan baju kebanggannya, toga. Sebagai symbol sebuah kelulusan dan keberhasilan.Betapa meriahnya hari itu. wajah-wajah yang cantik, bingkisan bunga yang indah, senyum orang tua yang mereka, hari wisuda memang menjadi hari kebahagiaan yang selalu dinanti oleh para mahasiswa.
Tak menyangka juga, ketika aku membuka website, ada sebuah pesan singkat yang menyadarkan dan membuat bibirku tersenyum cukup lama: Dear Asrunil Indra...Setiap akhir adalah awal permulaan yang baru.Selamat datang di dunia pasca kampus.Semoga ilmunya berkah,semakin Allah tambahkan pula jalan2 keluasan ilmu. Kau tahu,Allah menciptakanmu begitu istimewa. Selamat menikmati apa yang disebut "Indah pada Waktunya".Semoga berkah segala perjuangan yang telah terlewati dan bersiap untuk perjuangan selanjutnya.Barakillah,semoga menjadi sarjana yang penuh manfaat. Terus berkarya!Terus ukir prestasimu.Sukses dunia akhirat…
Eh? Happy graduation..? aku.. sudah menjadi sarjana sekarang? Asrunil Indra, S.Pd ? hmm.. okay! Agak aneh memang, mendadak ada beberapa huruf yang ikut memanjangkan nama, tapi bagaimanapun itulah hasil dari perjuanganku 4 tahun kemarin. Namun aku begitu bersyukur, bahwa aku bisa menyelesaikannya… di tengah perjalanan kuliahku yang terkadang terseok-seok.
Ya Allah… perjuangan itu… terlewati sudah… Alhamdulillah…
4 tahun yang sebenarnya bukan hanya memberikan aku sekedar tambahan huruf berupa titel, namun lebih dari itu, 4 tahun perjuangan itu telah mengantarkan aku hingga bisa seperti sekarang ini. Bukan cuma titel atau lembaran nilai-nilai IPK, namun juga sahabat-sahabat yang hebat, yang telah mengajarkan aku makna sesungguhnya dari ‘maju terus pantang mundur’ sahabat-sahabatku, mereka semua yang ada di kampus. Mulai dari dosen, teman sekelompok, teman organisasi, penjaga kantin, anak-anak penjual koran, pak satpam yang baik 'n yang terutama sekali adalah keluarga yang selalu menularkan semangat, yang menyadarkan aku bahwa ilmu itu bukan hanya ada di dalam kelas, namun dimanapun kita berada disitulah ilmu itu.
Namun seperti yang disampaikan sahabat dalam pesan singkatnya, bahwa setiap akhir adalah awal permulaan yang baru. Maka itulah hakikat wisuda yang sebenarnya. Di balik wajah kebahagiaan para mahasiswa bertoga, sebenarnya kita masih memiliki tugas yang lebih besar dari pada sekedar tugas yang ada dikampus. Yaitu bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat dengan bekal ilmu yang telah kita isi selama bertahun-tahun di kelas.
Ought.. jika membayangkan, tentu itu sungguh berat sekali. Terlebih melihat wajah para orang tua, yang penuh harapan terhadap anaknya yang telah menjadi sarjana, yang tak pernah letih melantunkan doa-doa untuk anaknya…
Ketika sudah mencapai puncak, capailah puncak yang lain. begitu kiranya nasihat orang bijak yang pas untukku saat ini. Meski wisuda itu adalah puncak dari perjuangan kita selama di kampus, namun ia bukanlah akhir. Lihatlah jauh kedepan, masih banyak puncak yang harus kita daki lagi. Janganlah takut untuk memulai dari Nol, melangkah dari awal untuk mendaki puncak yang lebih tinggi lagi.
Karena wisuda sesungguhnya bukan disini. Karena wisuda sesungguhnya bukan ketika kita mengenakan toga kemudian bersalaman dengan pak rektor menerima ijazah. Wisuda sesungguhnya itu adalah nanti, di akhirat sana. Ketika kita menerima buku amal dengan tangan kanan, ketika berhasil melewati panasnya padang mahsyar, ketika Allah telah membukakan pintu syurganya, dan kita dipersilahkan masuk selamanya.
Subhanallah… itulah wisuda yang sesungguhnya. Puncak dari semua puncak.
Insya Allah, kita termasuk didalamnya… amin…
Selamat kepada teman-teman perjuangan di kampus Universitas Prof Dr Hazairin SH Bengkulu, terutama teman-teman FKip Geografi angkatan 2007.




